Belajar Bahasa Madura Asik tretans

 Bahasa Madura terkenal dengan sistem pelafalannya yang unik, sekaligus rumit khususnya bagi orang-orang bukan Madura. Banyak kosakata Madura yang serupa dengan Melayu maupun Jawa, namun dengan pelafalan yang khas itulah hingga orang luar susah memahaminya, terlebih saat temuwicara. Nah, coba kita sekarang bermain dengan kata kerja dasarnya dulu, yukk :

Ngoca’ / acaca = berbicara
Atanya = bertanya
Aberri = memberi
Asalat = sembahyang
Meyara = memelihara
Adhenga’ = mendengar
Maenga’ = mengingat (dari kata enga’)
Kasokan = menyukai (untuk lawan bicara)
Terro = menyukai, mencintai (untuk diri sendiri)
Menta’ / nyo’on = meminta
Mollèh = pulang
Alakoh = bekerja
Ngangguy = memakai
Nabbu = menabuh
Nope = meniup
Entar = pergi
Ajalan (baca ajhelen) = berjalan
Len-jhelen = berjalan-jalan
Aghelle’ = tertawa
Nenggu = menyaksikan, menonton
Aromat = merawat
Ngakan (kasar)/ adha’ar (halus)/ nedheh (halus) = makan
Ngenom = minum
Tedhung = tidur
Melleh = membeli
Ajuwal = menjual
Ataber = menawar
Soh-lesoh = beristirahat, bersandar
Noles = menulis
Maca = membaca
Nyare = mencari
Ngaonengagi = mengetahui
Narema = menerima
Neppo = menipu
Alorok = ngluruk, menuju
Ngadebhi = menghadapi
Mele = memilih
Nanges = menangis
Atemmo = bertemu
Dhu-mabudhu = berlagak bodoh
O- matao = berlagak pintar/ sok tahu
Asowara = bersuara
Ngalakone = melakukan
Ngarte = mengerti
Atellor = bertelur
Ngeremme = mengeram
Aleburan = menyenangi
Arobuwi = merubuhkan
Abillai = membela
Abidaagi = membedakan
Nonggu, atonggu = menunggu



Dhe’ remma kabereh? (huruf ‘e’ dibaca seperti kata telan, sedangkan ‘b’ terbaca seperti bh) = apa kabar..
Beremma kabereh? = apa kabar? (dialek Sumenep)
Bheres = sehat
Ta’ tao / ta’ oneng = tidak tahu
Atore/ tore = silahkan
Glenon = permisi
Pora = permisi (jika melintas)
Iye (kasar), engghi (halus) = iya
Je’ (kasar), bunten (halus) = tidak
Ghi ta’ / ghi bellon = belum
Dhimma? = dimana?
Kamma? = kemana?
Arapa ? / Ponapa? (halus) = kenapa?
Dhe’ remma/ Beremma? = bagaimana?
Apa ? / napa? (halus)= apa?
Sémma? = yang mana?
Sapa?/ Paséra? (Halus) = siapa?
Bhille? = kapan?
Berempa’? / Saponapa? (halus) = berapa?
Bedhe = ada
Mattor sakalangkong = terima kasih
Dhe’-padhe’ = sama-sama
Nyo’on sapora = minta maaf
Gu’ –lagghu’ = besok
Kene’ = kecil
Rajeh = besar
Tengghi = tinggi
Naek, ongge = naik
Toron = turun
Ta’ andhi pesseh = nggak punya uang
Ongghu = sungguh
Raddin = cantik
Bhegghus = bagus
Sengko’ (biasa)/ Bhule (menengah)/ bedhen kaule (halus) = saya
Be’en/Be’na(Sumenep)/Hedheh(Bangkalan)/Kakčh(Sampang)/Kao(Kangean)/sampeyan(menengah)/ panjenengngan (halus) = anda
Berempa’ arghena paona? (biasa) = berapa harga mangganya?
Saponapa argheneppon paona? (halus) = berapa harga mangganya?
Étaber ghi = ditawar ya?
Sengko’ terro ka be’en = aku cinta padamu

Antara Enja’ Iye, Enggi Enten, dan Enggi Bunten Dalam Kehidupan Orang Madura

Apa sih “Enja’ Iye, Enggi Enten, dan Enggi Bunten” itu?
“Enja’ Iye, Enggi Enten, dan Enggi Bunten” merupakan ondegga basa (tinggatan bahasa) dalam bahasa Madura. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bahsa Madura memiliki tingkatan tertentu. Tiap tinggkatan memiliki karakter dan ketentuan-ketentuan tertentu.
  1. Enja’Iye
Enja’ iye merupakan tingkatan bahasa paling rendah. Tingkatan ini biasanya digunakan oleh  orang yang lebih tua umurnya kepada orang yang lebih muda atau kepada teman yang sebaya atau seumuran. Misalnya seorang tua kepada anaknya, kakak kepada adiknya atau teman sepermainan yang telah akrab. Tapi pada tingkatan ini tidak diperbolehkan diucapkan oleh orang yang lemih muda ke yang lebih tua.
2.  Enggi Enten
Enggi enten merupakan tingkatan yang kedua. Pada tingkatan ini penggunaan baha mulai diperhalus. Biasanya tingkatan bahasa ini digunakan oleh  orang yang baru kenal, seorang pembicaraan antara mertua dan menantu, suami  isteri.  Oleh karena itu dalam penggunaan ini antara kasar dan halus.
3.  Enggi Bunten
Enggi bunten merupakan tingkatan bahasa yang paling tinggi. Penggunaan ini dilakukan oleh orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua umurnya. Seperti seorang anak kepada orang tuanya, seorang murid kepada gurunya. Penggunaan bahasa dalam tingkatan ini sangat sopan.
Dalam kehidupan sehari-hari tingkatan bahasa ini sangatlah penting, karena hal ini memberi batasan kepada kita dan memberi kita sebuah tata krama yang amat baik, dengan siapa kita berbicara, mengetahui siapa lawan bicara kita, hingga pada akhirnya kita tahu batasan yang harus di lakukan
 

Originalitas Caraka Madhura
Tak sengaja membuka-buka folder di notebook, bertemulah saya dengan scan-an huruf Madura asli yang pernah dituliskan oleh Bapak yang konon dibuat mengajari saya dan dijadikan sebagai panduan di sekolah. Jadi sekedar info saja jika saya selama mengenyam studi di bangku SD sampai SMP mendapatkan yang namanya pelajaran Bahasa Madura. Pelajaran yang bagi saya meski asli Madura adalah pelajaran yang menyulitkan dan bikin lidah puter kiri dan puter kanan. Lebih-lebih kalau sudah memasuki huruf asli bahasa Maduranya yang sarat dengan aturan begini dan begitu…Alamak!!!Tomat oh Tomat (kok lagunya Wali ya).
Kalau Jepang punya Katakana dan Hiragana, China punya pinyin atau hanzhi, Jawa punya aksara jawa kuno (honocroko), maka tentu saja Madura punya huruf original. Yup, namanya sudah tak asing dan aneh di telinganya orang Madura tentunya “Aksara Caraka Madhura (Anacaraka)”.


nah yang sebelah sono Angkanya
Secara huruf, tentu saja tidak sama dengan huruf jawa kuno tapi tulisannya hampir sama. Selain huruf, dikenal juga angka. Dan ini lagi yang lebih penting huruf besarnya ada sendiri dan hanya beberapa huruf saja yang bisa dibesarkan secara Madura original. Bingung kan? tenang saja, saya juga bingung kok, jadi wajar saja kalau yang tidak pernah menghirup udara masa kecil di madura kebingungan, wong saya saja yang sudah jelas-jelas sering bertemu dengan pelajaran ini sampai sekarang masih level yang biasa-biasa saja. Bule saja yang hanya bertahun-tahun di Indonesia sudah bisa menguak sastra jawa meski tulisan yang di dalamnya terbilang baru baginya.
Caranya supaya mahir bisa menulis dan membaca bahasa Madura yang original :
1. Kenali huruf-hurufnya (sama seperti mengenal huruf A-Z), perlu dicatat bahwa aksara asli madura hanya ada huruf-huruf berikut : a, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, pa, dha, ja, ya, nya, ma, ga, ba, tha, nga (nah tulisannya gimana bisa diliat di gambar tuh , ada 19 huruf ya #lihat bagian paling atas)
2. Kalau huruf-hurufnya bertemu dengan huruf yang lain ada aturan penulisannya, tidak asal masukkan dan mencocokkan hurufnya begitu saja. Ada beberapa huruf yang mempunyai gantungan dan ada juga huruf yang mempunyai pinggiran. Nyeri kan menangkap maksudnya?. Santai saja, pantengin aja gambarnya nanti juga mengerti sendiri.
3. Lalu kalau bacaan atau tulisannya tidak melulu a gimana ? ya gampang aja, tinggal menggunakan tanda baca yang bersesuaian sesuai bunyi dan tulisan yang diinginkan. Contohnya bisa dipantengin lagi gambarnya.
4. (Di gambar lagi) ada yang namanya Aksara Raja = Huruf Besar, jadi dalam bahasa Madura original hanya ada beberapa huruf saja, yaitu : Na, Sa, Pa, Ka, Ta, Nya, Ga, Ba. Kenapa hanya ada 8 huruf besar? gimana kalau langsung nanya saja sama pangeran Cakra Ningrat atau Ke’ Lesap, siapa tahu beliau-beliau yang notabene banyak berkecimpung dalam sejarah Madura bisa menjawab.
5. (jangan jauh-jauh dari gambar ya) ada lagi yang namanya Aksara Sowara = Huruf Vokal-Huruf Hidup. Nah ini dipergunakan untuk nama atau negara atau kata lain yang mengandung huruf besar di depannya.
6. Kalau nulis angka? gampang, sudah sangat jelas Bapak saya menuliskan contohnya. Kalau tidak mengerti namanya kebangetan dah?.
Sekian dulu pelajaran hari ini, jangan lupa ajari saya belajar bahasa Madura sehari-hari yang halus punya karena sering mendapatkan kritikan dari saudara dan teman-teman kalau bahasa halus Madura saya amburadul dan terjadi disposisi kalimat. Sampai-sampai seorang penjual lontong mie di depan toko sepupu saya mengatakan “belajar nak dari sekarang, nanti biar gak salah-salah ngomong sama mertuanya” # nyengir aja, mertuanya pake bahasa ibu kok & bukan bahasa Madura. Makin dilebay-lebayin oleh seorang sepupu saya dengan mengatakan “wah, ternyata gak bisa berbahasa Madura, mesti banyak belajar tuh”, saya membela diri dengan mengatakan : “bukannya gak bisa, kurang terbiasa saja”. Selamat belajar dan selamat bereksplorasi.
“Mari lestarikan budaya daerah yang merupakan akar dari kebudayaan nasional

Artikel Terkait

Belajar Bahasa Madura Asik tretans
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

8 comments

17 Mei 2013 00.23 delete

saya mau dong kak,di ajarin bahasa madura.




Salam
Trim's

Reply
avatar
7 Agustus 2016 10.49 delete

Carakan madura bukan itu bray... carakan madura malah lebih dari itu... carakan mafura gak ada huruo besarnya sebagaimana juga menjadi ciri has aksara ASIA
kalo gak percaya sekarang ente pakek aksara itu kemudian tuliskan ini
bâjâ : waktu
bâjhâ : besi
bhâjâ : buaya
ghâjâ : mana!
ghâjhâ : gajah
kalo ente masih maksa nulis pakek aksara yg menurut ente itu original madura pasti tulisannya samà semua

Reply
avatar
16 November 2016 23.44 delete

menurut saya cara diatas sudah lebih mudah dipahami oleh orang yang bukan madura, jadi untuk pengenalan sah sah saja

Reply
avatar
4 Januari 2018 06.33 delete

Boleh tidak saya ikut belajar bahasa madura,,aq pingin bisa nih

Reply
avatar
16 Januari 2018 23.35 delete

susah ya belajar bahasa madura

Reply
avatar
17 Februari 2018 03.02 delete

Susah banget....
Ak jg pngen skli bisa bahasa madura

Reply
avatar